Era digital membuat seseorang lebih mudah untuk bercengkrama dan saling terhubung meski dalam jarak jauh. Namun, hal ini membuka peluang baru bagi tindak kekerasan .
UN Women menyebutkan 16 hingga 58 persen perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia melaporkan mengalami kekerasan seksual atau pelecehan daring. Namun, sebanyak 1,8 miliar perempuan dan anak perempuan tidak memiliki perlindungan hukum dari kekerasan digital.
Dwi Yuliawati, Head of Programmes UN Women Indonesia pun menjelaskan bahwa kekerasan online dapat berlanjut dalam kehidupan nyata.
“Kekerasan di ruang online dapat berlanjut ke ruang offline dengan berbagai cara, termasuk pengendalian yang bersifat memaksa, pengawasan, penguntitan, dan kekerasan fisik,” ungkapnya.
Lalu, apa saja bentuk kekerasan digital yang perlu diwaspadai? Berikut penjelasannya dari kumparanWOMAN.
10 jenis kekerasan digital yang perlu diketahui
Margareth Robin, Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan bidang Perlindungan Hak Perempuan, KemenPPPA menjelaskan ada 10 jenis kekerasan digital. Berikut penjelasannya satu persatu.
Pertama adalah tindakan cyber grooming, ketika pelaku membangun hubungan dengan korban secara perlahan hingga timbul kepercayaan. Biasanya orang ini menghubungi lewat media sosial dan menggunakan taktik love bombing untuk membuat korban merasa dekat. Selang beberapa waktu, pelaku akan menggunakan celah itu untuk mengancam korban yang akhirnya timbul pelecehan.
“Cyber grooming ini merupakan tindakan seseorang yang berusaha memanipulasi orang lain agar merasa tidak berdaya dengan cara membangun kepercayaan,” ungkap Margareth.
Selanjutnya adalah cyber stalking, tindakan yang meneror atau mengancam korban secara berkali-kali baik itu dalam bentuk teks, gambar, atau video yang tidak senonoh. Pelaku biasanya sudah menargetkan seseorang yang ingin dijadikan target sasaran melalui pantauan media sosial.
Tindakan ini membuat korban merasakan penguntitan secara online karena pelaku berusaha menghubungi korban. Kekerasan bentuk ini akan menggerus mental korban.
Deepfake adalah tindakan merekayasa konten video baik itu video atau foto mirip korban dengan bantuan teknologi AI. Dengan kecanggihan itu muncullah kekerasan deepfake berbasis pornografi yang menargetkan 99 perempuan menurut UN Women.
“Deepfake semakin meluas dan dominan menargetkan perempuan. Dengan jumlah total video deepfake online di 2023 adalah 550 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2019, 98 persen dari video deepfake yang beredar online adalah pornografi deepfake, dan 99 persen individu yang ditargetkan adalah perempuan.” ujar Dwi.

1 day ago
3






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412562/original/065570900_1763096258-Amazon_Leo.png)
