Militer AS menyita kapal tanker Veronica di Laut Karibia sebagai bagian dari blokade minyak Venezuela. Pemerintahan Trump mulai menjual minyak hasil sitaan senilai US$500 juta.(US Central Command)
PEMERINTAH Amerika Serikat kembali menyita kapal tanker di Laut Karibia dalam upaya berkelanjutan untuk mengendalikan ekspor minyak Venezuela. Kapal bernama Veronica tersebut menjadi kapal keenam yang diamankan oleh otoritas AS dalam operasi pemblokiran jalur distribusi minyak ilegal.
Militer AS menyatakan operasi pengambilalihan kapal dilakukan sebelum fajar "tanpa insiden". Penyitaan ini dilakukan karena kapal tersebut dianggap melanggar perintah Presiden Donald Trump terkait "karantina terhadap kapal-kapal yang dijatuhi sanksi".
"Satu-satunya minyak yang keluar dari Venezuela adalah minyak yang dikoordinasikan secara benar dan sah," tegas Komando Selatan AS (Southern Command) melalui media sosial. Mereka juga merilis video yang menunjukkan personel Marinir dan Angkatan Laut AS saat menaiki tanker tersebut.
Memutus Rantai "Armada Gelap"
Kapal Veronica yang berbendera Guyana diketahui berangkat dalam keadaan kosong dari perairan Venezuela pada awal Januari. Data organisasi maritim internasional menunjukkan kapal ini sebelumnya terdaftar di Rusia dengan nama yang berbeda.
Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya Washington memberantas "armada gelap" (dark fleet), sebutan bagi lebih dari 1.000 kapal yang kerap mengangkut minyak dari negara-negara yang dijatuhi sanksi. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, memuji keberhasilan operasi tersebut.
"Pria dan wanita pahlawan kita di Penjaga Pantai sekali lagi memastikan operasi yang dilaksanakan dengan sempurna, sesuai dengan hukum internasional," kata Noem.
Ekonomi dan Politik Transisi
Penyitaan ini terjadi hanya sehari setelah pejabat AS mengumumkan penjualan perdana minyak Venezuela hasil sitaan senilai US$500 juta (sekitar Rp7,8 triliun). Di saat yang sama, Presiden Trump mendesak para eksekutif perusahaan minyak untuk berinvestasi hingga US$100 miliar guna membangun kembali infrastruktur energi di Venezuela.
Di balik blokade ini, dinamika politik transisi Venezuela juga memanas. Trump dijadwalkan bertemu dengan tokoh oposisi Maria Corina Machado di Gedung Putih. Namun, Trump sejauh ini memberikan dukungannya kepada mantan Wakil Presiden Nicolás Maduro, Delcy Rodríguez, sebagai pemimpin sementara karena dianggap lebih kooperatif.
"Presiden menyukai apa yang dia lihat. Dan kami berharap kerja sama itu akan terus berlanjut," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt. Ia juga menambahkan bahwa sebagai bagian dari kerja sama ini, Venezuela telah membebaskan sejumlah tahanan politik, termasuk lima warga negara Amerika Serikat.
Blokade AS telah memangkas ekspor minyak Venezuela hingga setengahnya, kini hanya tersisa sekitar 400.000 barel per hari. Sebagian besar pasokan yang sebelumnya menuju China kini tertahan di jalur bottleneck akibat karantina yang diberlakukan AS. (BBC/Z-2)

5 hours ago
4






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)