Begini Cara Mencegah Child Grooming dari Psikolog

1 day ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Begini Cara Mencegah Child Grooming dari Psikolog Ilustrasi(freepik)

DISKUSI mengenai child grooming mendadak ramai di media sosial belakangan ini, setelah aktris Aurelie Moeremans merilis buku berjudul Broken Strings. Melalui karya tersebut, ia secara berani mengungkap masa lalu kelam yang dialaminya secara pribadi saat masih berusia 15 tahun.

Menanggapi fenomena ini, Kasandra Putranto, seorang psikolog klinis alumnus Universitas Indonesia, memberikan panduan mengenai langkah pencegahan melalui pola asuh dan edukasi. Kasandra mendefinisikan child grooming sebagai strategi orang dewasa dalam memanipulasi emosi anak demi tujuan eksploitasi seksual.

“Child grooming dapat terjadi melalui berbagai cara, termasuk interaksi langsung di lingkungan sosial, sekolah, atau melalui platform online seperti media sosial dan game. Pelaku sering kali membangun hubungan emosional dengan anak untuk mendapatkan kepercayaan mereka,” kata Kasandra, seperti dikutip dari situs Antara, Rabu (14/1).

Menurutnya, taktik ini sangat rapi karena melibatkan penipuan yang tidak hanya menyasar anak, tetapi juga berusaha mengambil hati orangtua sebelum aksi pelecehan dilakukan.

Berikut Cara Mencegah Child Grooming

1. Menanamkan Komunikasi Dua Arah

Orangtua wajib menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita. Anak perlu dibekali pemahaman mengenai batasan perilaku orang lain terhadap dirinya.

“Ajarkan anak tentang perilaku yang dapat membahayakan dirinya dan pentingnya berbagi informasi tentang barang atau pemberian dari orang lain kepada orangtua. Pentingnya mengatakan ‘tidak’ jika merasa tidak nyaman,” kata Kasandra.

2. Melakukan Pendampingan yang Proaktif

Selain memantau aktivitas digital dan penggunaan media sosial anak, orangtua disarankan melakukan simulasi atau role play. Tujuannya agar anak terlatih mengenali situasi berbahaya dan berani mengambil keputusan tepat.

“Waspadai tanda-tanda perilaku mencurigakan pada anak, seperti perubahan sikap atau penarikan diri dari interaksi sosial,” tutur Kasandra.

3. Memberikan Edukasi Seksual Sejak Dini

Edukasi seksual yang tepat sasaran, terutama saat anak memasuki usia 12 tahun, menjadi benteng pertahanan yang kuat. Hal ini membekali mereka untuk mengidentifikasi risiko dan menjaga otoritas tubuhnya sendiri.

“Dorong diskusi terbuka tentang kejahatan seksual dan bagaimana cara melindungi diri, sehingga anak merasa lebih siap menghadapi situasi berisiko,” jelas Kasandra.

Di sisi lain, Kasandra menekankan bahwa tanggung jawab ini tidak hanya di pundak orangtua. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam memperkuat literasi hukum serta menciptakan lingkungan yang aman di sekolah.

“Pentingnya kesadaran hukum dan pendidikan terkait, seperti masyarakat perlu lebih sadar akan isu pelecehan dan eksploitasi anak, serta pendidikan tentang hak anak dan cara melindungi diri harus diperkenalkan sejak dini di sekolah,” ungkapnya.

Sejauh ini, pemerintah telah berupaya memperketat regulasi melalui sanksi berat bagi pelaku serta penyediaan fasilitas pemulihan bagi korban. Kasandra mengingatkan bahwa jika tanda-tanda grooming sudah terlihat, aspek kesehatan mental anak harus menjadi prioritas utama.

“Korban pelecehan memerlukan dukungan psikologis untuk membantu mereka pulih dari trauma. Layanan konseling dan terapi harus tersedia secara luas bagi anak-anak yang menjadi korban,” tegas Kasandra. (Nas)

Read Entire Article