Harga Emas Ditutup Turun di Akhir 2025, Akibat Aksi Taking Profit?

2 weeks ago 20
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Harga emas dunia dan atau logam mulia mengalami penurunan pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi berpandangan, penurunan harga emas disebabkan pasar melakukan taking profit, sebelum diprediksi melonjak memasuki tahun 2026 akibat faktor tensi geopolitik. 

Tercatat, harga emas dunia pada akhir 2025 sempat mencapai level tertingginya 4.550 dolar AS per troy ons, namun ditutup turun ke level sekitar 4.320 dolar AS per troy ons. Pergerakan harga emas dunia sepanjang 2025 mengalami melonjak sekitar 57 persen dibandingkan dengan posisi pada 1 Januari 2025 sebesar 2.614 dolar AS per troy ons. 

Adapun, harga logam mulia ditutup di akhir 2025 pada level Rp 2,5 juta per gram, menurun dibandingkan perdagangan sebelum-sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2,6 juta per gram. Tapi, angka Rp 2,5 juta per gram menunjukkan terjadi lonjakan sekitar 70 persen dibandingkan awal tahun 2025 di posisi sekitar Rp 1,55 juta per gram. 

“Kenapa kok harga emas turun? Karena pertama, memasuki tahun baru, pan-pan besar itu tahu bahwa di awal tahun 2026 gejolak geopolitik kembali memanas. Ini yang sedang ditunggu oleh pasar, sehingga terjadi taking profit,” ujar Ibrahim dalam keterangan suara, dikutip Kamis (1/1/2026). 

Ia menjelaskan tensi geopolitik yang terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Timur Tengah, Amerika Latin, Eropa, hingga Asia Timur. Di Timur Tengah, tensi geopolitik tidak hanya terjadi antara Israel-Iran tetapi juga Arab Saudi-Yaman. 

Di Amerika Latin, AS menyabotase kapal tanker Venezuela dengan tujuan untuk melemahkan perekonomian Venezuela. Presiden AS Donald Trump ingin melengserkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan taktik lewat jalur ekonomi. Ketika terjadi krisis ekonomi, masyarakat Venezuela akan melakukan demonstrasi dan bisa berpotensi menggulingkan Maduro. 

Di Eropa, Rusia dan Ukraina terus berkonflik. Ukraina melakukan penyerangan ke Istana Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menggunakan 150 drone. Rusia tidak akan tinggal diam untuk melakukan penyerangan balik. Upaya perdamaian dari AS sendiri masih jadi tarik ulur, yang menyebabkan tensi geopolitik masih bergulir di Eropa. 

Di Laut Asia Timur, China terus melakukan latihan perang di selat Taiwan, yang mana Taiwan berkeinginan untuk lepas dari China, sedangkan China bersikeras Taiwan merupakan bagian darinya. Kondisi panasnya geopolitik antara China-Taiwan telah berimbas pada dihentikannya seribuan penerbangan di Taiwan karena ada ketakutan perilaku sabotase. Dalam konflik tersebut, AS berada di barisan Taiwan untuk melawan China dengan mensuplai persenjataan. Jepang juga mendukung Taiwan. 

“Ini yang secara geopolitik sebenarnya kenapa kok harga emas turun. Kita lihat bahwa secara fundamental, mengindikasikan masih akan mengalami kenaikan, tetatpi turun sampai di 4.349 dolar AS per troy ons karena menunggu setelah nanti momen Tahun Baru di minggu depan kemungkinan besar akan melompat tinggi,” jelasnya. 

Ibrahim melanjutkan, selain masalah tensi geopolitik, polemik perpolitikan di AS juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas. Gubernur The Fed Jerome Powell –yang ingin dilengserkan oleh Presiden AS Donald Trump- kemungkinan besar akan rampung memimpin Bank Sentral AS pada Mei 2026 mendatang. Kemungkinan Powell akan digantingkan oleh pejabat setingkat menteri dari Gedung Putih. 

“Ini akan membuat gejolak tersendiri, karena independensi Bank Sentral AS kemungkinan besar akan diuji,” ujarnya. 

Di sisi lain, masalah perang dagang juga dinilai akan kembali memanas pada 2026. Hal lainnya, masalah Bank Sentral AS dikabarkan akan menggelontorkan stimulus, dengan melakukan buyback 40 miliar dolar AS pada Januari, berlanjut Februari. Langkah itu dilakukan karena China yang diketahui memiliki obligasi AS sekitar 65—70 persen sedikit demi sedikit menjualnya. 

“China juga membutuhkan dana yang cukup besar untuk persiapan perang, sehingga Bank Sentral AS harus melakukan pembelian kembali 40 miliar dolar AS. Ini kemungkinan besar akan membuat harga emas di tahun 2026 akan melonjak tinggi,” tutupnya. 

Read Entire Article