ITB menggelar Workshop dan Galeri Abhinaya Pemulihan Pasca Bencana Sumatra.(Dok.ITB)
INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan Workshop dan Galeri Abhinaya Pemulihan Pasca Bencana Sumatra pada Senin (12/1) di Aula Timur ITB dan Galeri Soemardja.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, diskusi ilmiah, serta sarana membangun kepedulian publik terhadap dampak bencana sekaligus upaya pemulihan pasca bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Zulfiadi Zulhan menyampaikan kegiatan ini berangkat dari kunjungan Rektor ITB ke wilayah terdampak bencana pada akhir tahun lalu. Dari kunjungan tersebut, ITB melihat langsung besarnya dampak bencana sekaligus urgensi kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Kami menginisiasi kegiatan ini bersama Ikatan Alumni (IA) ITB dan Rumah Amal Salman, yang selama ini telah berkolaborasi secara intensif, berkelanjutan, dan melakukan aksi nyata di lapangan, khususnya melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta universitas di wilayah terdampak,” ungkapnya.
Zulhan menambahkan bahwa Workshop dan Galeri Abhinaya menjadi ruang refleksi sekaligus wadah berbagi pengalaman dan pembelajaran antar perguruan tinggi.
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menyampaikan, kegiatan ini dirancang untuk menjembatani diskusi ilmiah dengan penyampaian pesan kepada publik. Workshop menjadi ruang diskusi akademik, sementara galeri dibuka untuk publik agar dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap risiko bencana.
"Penanganan dan pemulihan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak atau satu disiplin ilmu saja. Oleh karena itu, ITB mengambil peran strategis sebagai simpul penghubung yang menyatukan berbagai perguruan tinggi agar tidak bekerja secara terpisah. Melalui forum ini, semua pihak saling terhubung, berbagi peran, dan bekerja secara terkoordinasi sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
AKSI KONKRET
Tata juga memaparkan berbagai aksi konkret yang telah dilakukan ITB bersama Ikatan Alumni ITB dan Rumah Amal Salman sejak terjadinya bencana siklon pada 25–26 November 2025. Sejak 27 November, kolaborasi tersebut bergerak cepat memberikan bantuan, mulai dari instalasi penyediaan air bersih, pengeboran dan pembersihan sumur, penyediaan akses internet, pengerahan alat berat untuk membersihkan saluran yang tertutup lumpur, hingga pembersihan fasilitas umum, sekolah, serta pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.
“Ini merupakan kerja bersama. Bukan hanya ITB di Bandung, tetapi juga alumni ITB di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta berbagai universitas mitra dan pengelolaan bantuan dilakukan secara transparan agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan," tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tata juga meluncurkan buku berjudul 'Bangkit dari Hidup Penuh Lumpur, yang merupakan catatan perjalanan Rektor ITB saat mengunjungi daerah terdampak bencana siklon di Aceh pada 26–29 Desember 2025. Buku ini diharapkan dapat membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi risiko bencana.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan apresiasi atas peran aktif perguruan tinggi (PT) dalam pemulihan pasca bencana. "Pemulihan tidak hanya mencakup infrastruktur, tetapi juga pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh melalui riset terapan, inovasi teknologi, analisis dampak lingkungan, serta pendampingan psikososial," tuturnya.
Melalui Workshop dan Galeri Abhinaya, ITB berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor kolaborasi nasional dalam pemulihan pasca bencana. Menghasilkan kajian yang aplikatif dan berkelanjutan serta menjadi model sinergi multidisiplin dalam rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih tangguh di masa depan. (E-2)

2 days ago
7






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412562/original/065570900_1763096258-Amazon_Leo.png)
