Jarang-Jarang Hakim Periksa Langsung Barang Bukti Mobil Ferrari dan Motor Harley Davidson, Ini Alasannya

23 hours ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Jarang-Jarang Hakim Periksa Langsung Barang Bukti Mobil Ferrari dan Motor Harley Davidson, Ini Alasannya ilustrasi(MI)

MAJELIS Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus memeriksa langsung barang bukti mobil Ferrari hingga sepeda motor Harley Davidson terkait kasus dugaan suap pengondisian perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan TPPU di Jakarta, Rabu (14/1).

Di tengah persidangan, majelis hakim bersama jaksa penuntut umum, para terdakwa, dan penasihat hukum keluar dari ruang sidang untuk memeriksa barang bukti yang dihadirkan di halaman PN Jakpus tersebut, yang terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terdakwa Marcella Santoso dan Ariyanto, masing-masing selaku advokat. Hakim Ketua Efendi pun langsung menanyakan kepemilikan mobil dan motor mewah itu kepada Ariyanto.

"Ini betul ya Pak Ari mobilnya yang disita oleh Kejaksaan? Motor di sana juga?," ucap Hakim Ketua yang disambut anggukan oleh Ariyanto.

Secara terpisah, Juru Bicara PN Jakpus Sunoto menyebutkan jaksa menghadirkan barang bukti berupa satu unit mobil Ferrari SF-90, satu unit sepeda, dan dua unit sepeda motor Harley Davidson itu sebagai tindak lanjut dari perintah majelis hakim, sebagaimana diatur dalam Pasal 216 ayat (1) juncto Pasal 235 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

"Tujuannya adalah semata-mata untuk kepentingan pembuktian guna mencari kebenaran materiil," ujar Sunoto.

Dalam kasus dugaan suap pengondisian putusan lepas (ontslag) perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO pada 2025 dan TPPU, Marcella didakwa memberikan suap senilai Rp40 miliar dan melakukan TPPU dengan nilai total Rp52,5 miliar.

Suap diduga ditujukan kepada para hakim yang menangani perkara korupsi CPO, sedangkan TPPU dilakukan dengan menggunakan nama perusahaan dalam kepemilikan aset hingga mencampurkan uang hasil korupsi perkara CPO dengan perolehan yang sah.

Uang TPPU terdiri atas dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) setara dengan Rp28 miliar yang dikuasai oleh terdakwa Marcella, Ariyanto, dan Head of Social Security Legal Wilmar Group Muhammad Syafei. Selain itu meliputi pula biaya legal atau legal fee senilai Rp24,5 miliar.

Suap diberikan Marcella bersama-sama dengan Ariyanto dan Junaedi Saibih selaku advokat serta Syafei.

Sementara tindakan TPPU diduga dilakukan Marcella bersama-sama dengan Ariyanto dan Syafei. Khusus Syafei, disebutkan besaran TPPU yang dilakukan senilai Rp28 miliar, yang dikuasai bersama dengan Marcella dan Ariyanto, serta berupa uang operasional Rp411,69 juta.

Atas perbuatannya, Marcella dan Ariyanto didakwa melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Ant/P-3)

Read Entire Article