Kenali Relasi Khusus dalam Modus Child Grooming, Ini Tanda-tandanya

1 day ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kenali Relasi Khusus dalam Modus Child Grooming, Ini Tanda-tandanya Ilustrasi(Dok. Instagram @aurelie)

PSIKOLOG Klinis Anak dan Remaja, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi., mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian serius terhadap hubungan istimewa yang dijalin orang dewasa dengan anak-anak. 

Fenomena child grooming kini tengah menyita perhatian publik di jagat maya, dipicu oleh pengakuan jujur aktris Aurelie Moeremans dalam karyanya, Broken Strings. Buku tersebut merangkum memori kelam yang dialaminya secara pribadi sewaktu dirinya masih berumur 15 tahun.

Menurut Gisella, kedekatan yang tidak biasa antara orang dewasa dengan anak-anak berpotensi menjadi strategi awal dalam praktik child grooming. 

Child grooming itu proses yang mana pelaku membangun relasi khusus dengan anak dan kadang dengan keluarga besarnya, untuk mendapatkan kepercayaan dan membentuk relasi kuasa atau otoritas atas anak, dalam persiapan melakukan tindakan kekerasan (abusive),” kata Gisella, seperti dikutip dari situs Antara, Rabu (14/1).

Lulusan Universitas Indonesia tersebut memaparkan bahwa modus ini kerap bermula dari usaha pelaku menarik simpati korban. Cara yang digunakan meliputi pemberian kado, penggunaan akun palsu, hingga curahan perhatian yang berlebihan agar tumbuh rasa percaya pada diri anak.

Setelah kepercayaan terbangun, pelaku mulai melakukan eksploitasi dengan memisahkan anak dari lingkungan terdekatnya, seperti orangtua dan sahabat.

“Relasi ini dilakukan dengan pola-pola ancaman, memeras materi atau immateril, manipulasi, dan eksploitasi relasi kuasa. Jika relasi ini telah terbentuk maka pelaku bisa melakukan tindakan penganiayaan yang telah direncanakan seperti kekerasan seksual, atau eksploitasi dengan tujuan lainnya,” tutur Gisella.

Tanda-tanda

Gisella mengakui bahwa mendeteksi child grooming pada fase awal memang menantang. Namun, ada beberapa indikator krusial yang patut dicurigai oleh orangtua atau lingkungan sosial. Salah satunya adalah ketika anak mendapatkan uang atau barang dari sosok tertentu tanpa alasan yang jelas atau cenderung disembunyikan. 

Kewaspadaan harus meningkat jika sosok tersebut adalah orang dewasa dengan status sosial atau profesi tertentu yang memiliki hubungan tertutup dengan anak.

Gejala lainnya bisa dilihat dari pergeseran kepribadian anak, seperti menjadi pemarah, depresi, prestasi sekolah yang merosot, hingga mengisolasi diri dari pergaulan sosial.

“Menunjukkan perilaku atau menggunakan kalimat yang bernuansa seksual di luar kebiasaan atau pengetahuan umum yang orangtua ketahui, memiliki rahasia yang dijaga ketat misalnya kegiatan yang dilakukan sesudah sekolah atau kegiatan online,” jelas psikolog klinis yang berpraktik di Jakarta itu.

Gisella menyarankan agar orangtua yang menemukan kejanggalan tersebut segera merangkul anak dengan komunikasi yang empatik. Penting bagi pengasuh untuk tidak menghakimi atau menyudutkan anak agar mereka merasa terlindungi saat bercerita.

Bangun Ikatan Emosional

Sebagai langkah preventif, orangtua didorong untuk membangun ikatan emosional yang kuat dan konsisten, sembari menetapkan batasan perilaku yang jelas demi keamanan anak.

“Contohkan dan ajari anak mengenai relasi yang sehat, yaitu relasi yang tulus menerima apa adanya, timbal-balik, komunikatif dan hangat, mendiskusikan kepada anak perilaku yang manipulative dan membedakan mengenai rahasia baik dan rahasia buruk,” katanya.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas digital anak juga menjadi hal yang mendesak. Orangtua perlu membimbing anak mengenai etika berinternet, seperti menjaga kerahasiaan data pribadi, mengatur durasi penggunaan gawai, serta memilah konten yang edukatif.

“Ajak anak memahami perilaku-perilaku online yang beragam termasuk yang manipulative dan tidak pantas untuk usia nya dan dorong untuk menginfomasikan kepada orangtua jika menerima materi yang tidak pantas,” tutur Gisella. (H-2)

Read Entire Article