Ketika Kampus Jadi Panggung: Mahasiswa Tertukar Tujuan antara Ilmu dan Gaya

1 day ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Contoh gambar ilustrasi terlihat glamor di luar, tertekan di dalam. Sumber gambar: AI Gemini

Di tengah budaya populer dan dominasi media sosial, dunia kampus kini bukan lagi sekadar ruang belajar, tapi juga menjadi panggung eksistensi. Mahasiswa datang dengan harapan membangun masa depan, namun tidak sedikit yang justru terseret arus gaya hidup yang tak sesuai kemampuan.

Fenomena salah pergaulan ini kian marak mahasiswa berlomba tampil fashionable, eksis di media sosial, dan mengikuti tren demi terlihat “masuk” dalam lingkungan pertemanan. Dan tak lepas dari tekanan sosial dan standar palsu di media digital. Akibatnya, banyak yang kehilangan arah, nilai turun, dan hidup jadi beban. Di balik tampil keren, ada yang terjerat utang atau harus kerja sambilan diam-diam.

Tak jarang, mereka rela menekan kondisi ekonomi keluarga demi “match” dengan gaya hidup teman sekelompok. Membeli outfit mahal, nongkrong di kafe hits, atau mengikuti tren kekinian dilakukan agar tidak merasa tertinggal. Padahal, di balik unggahan media sosial yang tampak mewah, banyak yang sebenarnya sedang berjuang diam-diam menunggak uang kuliah, mengurangi makan, hingga mengambil kerja paruh waktu demi menjaga citra. Gengsi menjadi topeng, sementara kebutuhan mendasar sering dikorbankan.

Tekanan sosial dari lingkungan, ditambah pengaruh selebgram dan konten kreator yang menampilkan kemewahan sebagai standar hidup, membuat batas antara realitas dan pencitraan semakin kabur. Mahasiswa tak lagi fokus pada akademik, tapi lebih sibuk membangun citra. Akibatnya, nilai menurun, tujuan kuliah melenceng, dan tidak sedikit yang mengalami krisis identitas.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kampus tak lagi sekadar tempat menimba ilmu, melainkan panggung pencitraan yang bisa menjebak mahasiswa pada prioritas yang keliru.

Contoh gambar ilustrasi sahabat dengan memakai barang hedon lalu salah satu dari mereka lagi melihat iri. Sumber gambar : Dibuat kan AI gemini

Di sinilah pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang sehat dan suportif. Kampus seharusnya menjadi tempat menanamkan nilai kemandirian, bukan ajang pembuktian status sosial. Sebab di dunia nyata, yang dibutuhkan bukan sekadar penampilan, tapi karakter, ilmu, dan integritas. Perlu disadari, teman yang baik bukan yang membuat kita berlomba gaya, tapi yang mendukung tumbuh dan fokus pada masa depan.

Salah memilih teman bisa menjadi awal dari banyak keputusan keliru. Menjadi keren bukan soal gaya, tapi soal sikap: tahu prioritas, sadar diri, dan berani tampil apa adanya demi masa depan yang lebih berarti.

Read Entire Article