Kritik Sosial Lagu Tarian Penghancur Raya Karya .Feast terhadap Realitas Indonesia dan Nilai-Nilai Pancasila

3 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kritik Sosial Lagu Tarian Penghancur Raya Karya .Feast terhadap Realitas Indonesia dan Nilai-Nilai Pancasila Narez Mahidevran Hatmoko(DOK PRIBADI)

Lagu Tarian Penghancur Raya dari .Feast bisa dianggap sebagai cerminan dari kebingungan generasi muda terhadap kondisi Indonesia sekarang. Kekuasaan terasa jauh dari rakyat, masalah sosial dan lingkungan yang semakin parah, serta siklus kekerasan dan ketidakadilan yang terus berulang.

Dengan lirik yang gelap, agresif, dan penuh makna metafora, .Feast tidak hanya mengungkapkan kemarahan, tetapi juga memberi peringatan moral. Kata 'tarian' di sini bisa diartikan sebagai ironi kehancuran, dianggap seperti perayaan, sesuatu yang dianggap biasa dan bahkan dilestarikan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Dalam konteks situasi Indonesia saat ini, lagu ini sangat relevan karena mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap praktik demokrasi yang sering tidak sesuai dengan nilai dasarnya. Ketika hukum terasa tajam terhadap rakyat kecil dan lemah terhadap orang kuat, serta kepentingan politik dan ekonomi lebih mendahului kesejahteraan rakyat, Tarian Penghancur Raya menjadi suara yang mengkritik narasi resmi yang terlalu optimistis.

.Feast menggunakan musik sebagai alat untuk mengekspresikan kritik sosial, menurut tradisi seni sebagai sarana perlawanan bukan dengan jalan instan, melainkan dengan membangunkan kesadaran.

Jika dilihat dalam konteks Pancasila, lagu ini justru menyoroti jarak antara nilai ideal dan praktik sebenarnya. Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, terasa tidak terpenuhi ketika kekerasan struktural dan ketidakadilan dianggap sebagai hal biasa. Bahkan Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, terasa kehilangan maknanya ketika suara rakyat tidak benar-benar diacu sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, diragukan ketika kesenjangan dan eksploitasi sumber daya terus berlangsung. 

Namun, Tarian Penghancur Raya tidak bisa disebut sebagai lagu yang menentang Pancasila. Justru sebaliknya, lagu tersebut bisa diartikan sebagai kritik terhadap semangat kepancasilaan itu sendiri. Sebuah pengingat keras bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau pernyataan, melainkan nilai hidup yang membutuhkan keberanian untuk mengoreksi kekuasaan.

Dengan kemarahannya, .Feast mengajak pendengar untuk berhenti 'menari' di atas kehancuran dan mulai bertanya: Apakah Indonesia hari ini masih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, atau hanya menjadikannya sebagai slogan tanpa makna?

Read Entire Article