Sisi gelap Milky Way(ESO)
SAAT menatap langit malam, ruang angkasa mungkin terlihat seperti bentangan gelap tanpa akhir. Namun para ahli menjelaskan kegelapan di alam semesta tidak sesederhana itu. Menentukan tempat paling gelap di tata surya ternyata tidak mudah.
Kegelapan sejati jarang ditemukan. Marc Postman, astronom dari Space Telescope Science Institute (STScI), mengatakan debu kosmik membuat ruang angkasa memancarkan cahaya samar karena debu tersebut memantulkan dan menyebarkan cahaya. Akibatnya, sebagian besar ruang angkasa memiliki latar cahaya yang menghilangkan kesan gelap total.
Selain itu, definisi “gelap” pun berbeda-beda. Andreas Burkert, astrofisikawan teoretis dari University of Munich, menjelaskan spektrum cahaya tampak hanya menunjukkan sebagian kecil dari cahaya di alam semesta. Gelombang elektromagnetik lain seperti sinar gamma dan ultraviolet mengenai hampir seluruh ruang, sehingga ruang angkasa sebenarnya cukup terang jika dilihat dalam keseluruhan spektrum.
Material Penyerap Cahaya
Dalam spektrum tampak, beberapa objek memang sangat gelap karena permukaannya menyerap cahaya. Fenomena ini disebut albedo, yaitu persentase cahaya yang dipantulkan permukaan.
Komet Borrelly menjadi salah satu objek tergelap di tata surya, memantulkan kurang dari 3% cahaya matahari berdasarkan gambar tahun 2001. Sementara itu, exoplanet TrES-2 b diketahui memantulkan kurang dari 1% cahaya, diduga akibat kandungan natrium dan titanium oksida di atmosfernya.
Benda lain yang tampak gelap adalah lubang hitam, bukan karena tidak ada cahaya, tetapi karena cahaya yang melintasi event horizon terperangkap. “Itu bukan berarti tidak ada cahaya,” ujar Burkert. “Cahaya itu hanya terjebak. Saat masuk ke dalamnya, justru sangat terang.”
Bayangan Abadi dan Awan Debu
Kegelapan juga terjadi ketika cahaya diblokir. Beberapa kawah di kutub bulan yang tidak pernah tersinari matahari berada dalam kondisi bayangan permanen. Kawah di Pluto pun sangat gelap karena jaraknya dari matahari.
Lebih jauh lagi, awan debu padat seperti Bok globules juga tampak seperti “lubang di langit” karena memblokir hampir semua cahaya tampak dari bintang di belakangnya. Burkert, yang meneliti Barnard 68, menambahkan bahwa kegelapan ini tidak sepenuhnya terjadi pada spektrum inframerah.
Sudut-Sudut Tergelap di Galaksi
Terdapat pula area yang gelap hanya karena sangat jauh dari sumber cahaya. Berdasarkan studi tahun 2021 di The Astrophysical Journal, area yang diamati wahana NASA New Horizons tercatat sekitar 10 kali lebih gelap dibanding wilayah dekat Bumi. Namun tetap terdapat cahaya samar dari latar kosmik.
Burkert menyebut Bumi berada di dalam “gelembung gelap” di Bima Sakti yang memungkinkan manusia melihat jauh ke luar angkasa. “Kita berada di tengah gelembung besar ini, sehingga kita bisa melihat banyak bintang. Tanpa gelembung ini, mungkin astronomi tidak akan berkembang,” katanya. (Live Science/Z-2)

1 month ago
18






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412562/original/065570900_1763096258-Amazon_Leo.png)
