Mengenal Mohammad Mosaddegh: Tokoh Nasionalisasi Minyak Iran dan Perlawanan Barat

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

MOHAMMAD Mosaddegh bukan sekadar politisi. Ia manifestasi dari harga diri bangsa Iran. Lahir dari keluarga aristokrat pada tahun 1882, Mosaddegh tumbuh dengan pendidikan hukum yang kuat di Eropa.

Namun, sekembalinya ke Iran, ia justru menjadi penentang paling vokal terhadap absolutisme kerajaan dan campur tangan asing, terutama Inggris. Saat itu Inggris menguasai ladang minyak Iran melalui Anglo-Iranian Oil Company (AIOC).

Akar Perlawanan: Ketidakadilan Industri Minyak

Sejak awal abad ke-20, Inggris memonopoli minyak Iran dengan kesepakatan yang sangat merugikan pihak lokal. Rakyat Iran hidup dalam kemiskinan, sementara keuntungan minyak mengalir deras ke London untuk membiayai angkatan laut Inggris dan kemakmuran mereka. Mosaddegh melihat ini sebagai bentuk perbudakan modern. Baginya, kedaulatan politik tidak akan pernah tercapai tanpa kedaulatan ekonomi.

Pada April 1951, parlemen Iran (Majlis) secara bulat menyetujui undang-undang nasionalisasi industri minyak yang diajukan oleh faksi Front Nasional pimpinan Mosaddegh. Beberapa hari kemudian, Mosaddegh diangkat menjadi Perdana Menteri. Langkah ini seketika memutus aliran keuntungan Inggris dan memicu krisis diplomatik hebat yang dikenal sebagai Krisis Abadan.

Nasionalisasi: Berani Melawan Raksasa

Inggris merespons dengan keras. Mereka memberlakukan embargo total terhadap minyak Iran dan membekukan aset-aset Iran di luar negeri. Churchill, yang saat itu kembali berkuasa, tidak bisa menerima bahwa sebuah negara Dunia Ketiga berani mengusir perusahaan Inggris. Inggris bahkan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional di Den Haag dan Dewan Keamanan PBB.

Namun, Mosaddegh dengan kecerdasannya sebagai ahli hukum berhasil memenangkan argumen di forum internasional. Ia menyatakan bahwa nasionalisasi adalah hak berdaulat setiap bangsa. Keberhasilan diplomatik ini membuat Mosaddegh menjadi pahlawan di mata negara-negara berkembang. Namun di sisi lain, hal ini membuat Barat, terutama Amerika Serikat yang awalnya netral, mulai merasa terancam.

Operation Ajax: Ketika Demokrasi Ditumbangkan

Ketakutan Barat bukan hanya soal minyak, tetapi juga soal pengaruh Uni Soviet di tengah Perang Dingin. Meskipun Mosaddegh adalah seorang nasionalis yang sekuler dan bukan komunis, AS di bawah pemerintahan Eisenhower termakan oleh narasi Inggris bahwa Iran bisa jatuh ke tangan komunisme jika Mosaddegh tetap berkuasa.

CIA (Amerika Serikat) dan MI6 (Inggris) kemudian merancang operasi rahasia berkode Operation Ajax. Dipimpin oleh agen CIA Kermit Roosevelt Jr., operasi ini bertujuan menggulingkan Mosaddegh melalui manipulasi massa, penyuapan perwira militer, dan penyebaran propaganda hitam.

Setelah upaya pertama gagal, kudeta militer pada 19 Agustus 1953 akhirnya berhasil menumbangkan Mosaddegh. Ia ditangkap, diadili oleh pengadilan militer, dan menghabiskan sisa hidupnya dalam tahanan rumah hingga wafat pada tahun 1967.

Memahami Warisan Mosaddegh

Mengapa kudeta terhadap Mosaddegh dianggap sebagai titik balik sejarah Timur Tengah?

Kudeta 1953 menghancurkan eksperimen demokrasi di Iran dan mengembalikan kekuasaan absolut kepada Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat. Hal ini menanamkan benih kebencian mendalam terhadap campur tangan AS, yang 26 tahun kemudian meledak dalam Revolusi Islam Iran 1979. Banyak sejarawan berpendapat bahwa tanpa kudeta 1953, Iran mungkin telah berkembang menjadi demokrasi sekuler yang stabil.

Apa dampak nasionalisasi minyak Mosaddegh bagi negara lain?

Langkah Mosaddegh menginspirasi Gamal Abdel Nasser di Mesir untuk menasionalisasi Terusan Suez pada tahun 1956. Hal ini juga memperkuat posisi negara-negara produsen minyak lainnya untuk menuntut bagi hasil yang lebih adil, yang kelak berujung pada pembentukan OPEC.

Bagaimana hubungan Mosaddegh dengan gerakan Non-Blok?

Meskipun Mosaddegh sudah jatuh sebelum Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, prinsip-prinsipnya tentang Kedaulatan Ekonomi dan Ketidakterikatan menjadi fondasi moral bagi para pemimpin seperti Soekarno dan Nehru. Ia membuktikan bahwa bangsa-bangsa Asia-Afrika bisa berkata tidak pada kekuatan besar dunia.

Dampak Psikologis pada Bangsa Iran

Satu poin yang sering terlewatkan yaitu sosok Mosaddegh menciptakan identitas Nasionalisme Energi di Iran. Hingga hari ini, faksi politik manapun di Iran, baik konservatif maupun reformis, selalu merujuk pada hak kedaulatan atas sumber daya alam sebagai harga mati.

Trauma atas Operation Ajax membuat Iran sangat skeptis terhadap setiap tawaran kerja sama energi dari Barat. Ini menjelaskan penyebab negosiasi nuklir dan ekonomi dengan Iran selalu berjalan sangat alot.

Kesimpulan

Mohammad Mosaddegh adalah pengingat bahwa perjuangan melawan imperialisme tidak selalu dilakukan di medan perang, tetapi juga di ruang-ruang sidang dan ladang-ladang minyak. Meskipun ia digulingkan, gagasan bahwa kekayaan alam suatu bangsa adalah milik rakyatnya, bukan milik perusahaan asing, tidak pernah bisa dikubur. Mosaddegh tetap menjadi simbol abadi bagi setiap bangsa yang sedang berjuang menuntut keadilan ekonomi di tengah dominasi global.

Ringkasan Perjalanan Hidup Mohammad Mosaddegh

  • 1951: Menjadi Perdana Menteri dan mengesahkan UU Nasionalisasi Minyak.
  • 1952: Memenangkan gugatan hukum melawan Inggris di Mahkamah Internasional Den Haag.
  • Agustus 1953: Digulingkan dalam kudeta berdarah yang didalangi CIA dan MI6 (Operation Ajax).
  • 1953-1956: Menjalani hukuman penjara tiga tahun.
  • 1956-1967: Menjalani tahanan rumah hingga akhir hayatnya di Ahmadabad.
Read Entire Article