Teknologi dalam Pelayanan Publik yang Tidak Inklusif

1 day ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Saat ini kita masuk ke dalam era yang penuh dengan transformasi digital, salah satu elemen penting dalam kehidupan bermasyarakat yaitu pelayanan publik berbasis digital yang kini tidak asing di telinga kita. Seluruh dokumen yang dahulunya menggunakan tanda tangan serta cap basah kini sudah digantikan oleh Kode QR yang menjadi validasi terhadap tanda tangan dan cap.

Meja Pelayanan Publik yang dahulunya penuh dengan antrean kini mulai sepi dan digantikan oleh Poster Kode QR yang bertuliskan "Scan di sini untuk layanan online". Apakah ini membantu? Tentu saja membantu mengurangi beban kerja pelayanan. Namun apakah ini efektif dan inklusif untuk diterapkan bagi seluruh penerima layanan publik?

Tidak bisa kita hindarkan bahwa teknologi memang membawa banyak dampak positif terhadap pelayanan publik. Tak perlu jauh mencari di mana dampak teknologi, kita pasti sudah pernah merasakan presensi data tamu yang dahulunya kita tulis di kertas menggunakan pulpen di meja kedatangan. Kini kita hanya disodorkan tautan untuk mengisi presensi melalui ponsel kita sendiri, dan tentunya ini sangat membantu layanan dengan tidak perlu mengatur antrean tamu secara manual.

Gambar kesenjangan dalam pelayanan oleh AI Generated

Kesenjangan dalam Pelayanan Publik

Yang menjadi permasalahan, terjadi kesenjangan dalam pelayanan publik yang berbasis teknologi ini. Apakah teknologi membuat masyarakat merasa terbantu atau malah membuat mereka merasa kesulitan. Apakah setiap masyarakat memiliki ponsel yang mendukung untuk menggunakan layanan teknologi ? Bahkan sebelum kita bertanya apakah mereka memiliki ponsel yang mendukung, kita perlu bertanya apakah mereka memiliki ponsel?

Dengan banyaknya instansi yang menerapkan layanan publik berbasis digital, ini menjadi satu kemajuan namun kita juga perlu menyadari siapa target pelayanan dari instansi tersebut. Mari kita coba melirik kepada layanan pencairan dana pensiun yang sebagian besar target layanannya merupakan masyarakat dengan rentang usia di atas 55 tahun. Apakah mereka semua mengerti dengan teknologi yang ada? Apakah mereka terbantu dengan adanya presensi kedatangan tamu melalui teleponnya atau mereka malah merasa lebih dipersulit dengan adanya layanan seperti ini.

Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia Tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, 81% masyarakat yang disurvei sebagai representatif masyarakat indonesia mengalami kendala dalam pemanfaatan platform digital. Maka dengan adanya data seperti ini, kita perlu mengevaluasi pelayanan publik seperti apa yang perlu dilakukan digitalisasi dan di mana pelayanan publik yang masih perlu sentuhan manusia.

Humanisasi Teknologi dalam Pelayanan Publik

Pandangan penulis, teknologi seharusnya memberikan kemudahan seluruh elemen baik instansi selaku pemberi layanan maupun masyarakat selaku penerima layanan. Pelayanan yang diberikan oleh instansi ada baiknya tidak menghilangkan unsur sentuhan manusia agar tetap merangkul semua elemen baik yang paham teknologi atau tidak. Penggunaan teknologi yang tidak memperhatikan sentuhan manusia dalam pelayanan publik maka dapat membuat citra buruk bagi instansi pemberi layanan.

Salah satu bentuk pelayanan publik yang efektif ialah memastikan kondisi masyarakat seperti apa, lalu memberikan pelayanan sesuai dengan kondisinya. Yang dalam hal ini perlu dilakukan humanisasi dalam pelayanan publik berbasis teknologi, teknologi hadir untuk memberikan kemudahan untuk semua, jadi harapannya instansi dapat memberikan kemudahan dengan pemanfaatan teknologi dengan memperhatikan kondisi masyarakat selaku penerima layanan.

Read Entire Article