Talkshow membahas bedah robotik di RS MMC, Jakarta, Kamis (15/1/2026)(MI/HO)
PERKEMBANGAN dunia medis menunjukkan bahwa pasien saat ini tidak hanya membutuhkan kesembuhan, tetapi juga mengharapkan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta pemulihan yang lebih cepat agar dapat kembali beraktivitas secara produktif.
Di sisi lain, sistem layanan kesehatan juga menghadapi tantangan keterbatasan distribusi dokter subspesialis dan kebutuhan penanganan kasus kompleks secara tepat waktu. Kondisi ini mendorong adopsi teknologi bedah canggih sebagai solusi strategis.
Teknologi Robotic Tele-Surgical System hadir sebagai jawaban konkret atas tantangan tersebut. Sistem ini memungkinkan tindakan bedah dilakukan dengan tingkat akurasi tinggi melalui pendekatan minimal invasif, sekaligus membuka peluang kolaborasi keahlian bedah lintas wilayah.
Dengan teknologi ini, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Di Indonesia, adopsi teknologi bedah robotik mulai mendapat perhatian seiring meningkatnya kompleksitas kasus medis, termasuk penyakit degeneratif dan kanker.
Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC) menjadi salah satu rumah sakit yang menghadirkan layanan Bedah Robotik Generasi Terbaru berbasis Robotic Tele-Surgical System.
Langkah ini menandai transformasi layanan bedah menuju standar internasional yang menempatkan keselamatan pasien, presisi tindakan, dan kualitas hidup sebagai prioritas utama.
Teknologi bedah robotik generasi baru ini mengusung konsep next-generation robotic surgery dengan dukungan visualisasi tiga dimensi berdefinisi tinggi, presisi hingga tingkat sub-milimeter, serta instrumen yang memiliki fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan gerakan tangan manusia.
Keunggulan tersebut memungkinkan dokter bedah melakukan prosedur yang sangat kompleks dengan gangguan minimal pada jaringan sehat di sekitarnya.
Pendekatan minimal invasif yang ditawarkan teknologi ini memberikan dampak langsung bagi pasien. Sayatan yang lebih kecil berkontribusi pada berkurangnya perdarahan dan nyeri pascaoperasi, sekaligus menurunkan risiko infeksi.
Dengan demikian, masa rawat inap dapat dipersingkat dan pasien memiliki peluang lebih besar untuk kembali beraktivitas secara normal dalam waktu lebih cepat.
Selain manfaat klinis bagi pasien, teknologi Robotic Tele-Surgical System juga menjawab tantangan struktural dalam sistem layanan kesehatan nasional. Keterbatasan jumlah dokter subspesialis di sejumlah wilayah kerap menjadi kendala dalam penanganan kasus kompleks.
Melalui konsep telesurgery, teknologi ini memungkinkan kolaborasi jarak jauh antar tenaga medis, sehingga keahlian bedah dapat diakses lintas daerah tanpa mengharuskan pasien melakukan perjalanan jauh ke pusat rujukan.
Direktur Utama RS MMC, dr. Isnindyarti, MKM, menegaskan bahwa kehadiran layanan bedah robotik ini bukan sekadar penambahan teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam filosofi pelayanan rumah sakit. Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperpendek jarak antara pasien dan layanan medis terbaik.
“Ini bukan sekadar alat canggih, tetapi lompatan besar dalam cara kami merawat pasien. Dengan teknologi ini, kami membawa masa depan bedah ke Indonesia hari ini. Target kami jelas, yaitu hasil maksimal dengan risiko minimal, serta pemulihan yang lebih cepat agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif,” ujar Isnindyarti.
Peluncuran layanan ini juga memperlihatkan kesiapan ekosistem medis dalam memanfaatkan teknologi robotik secara nyata. RS MMC menampilkan demonstrasi live surgery yang dilakukan oleh tim dokter bedah spesialis, sekaligus diskusi panel bersama para ahli yang membahas peran teknologi robotik dan telesurgery dalam meningkatkan keselamatan pasien serta efektivitas tindakan medis jangka panjang.
Dari perspektif sistem kesehatan, adopsi bedah robotik berpotensi meningkatkan efisiensi layanan. Pemulihan yang lebih cepat dan durasi rawat inap yang lebih singkat tidak hanya menguntungkan pasien, tetapi juga membantu optimalisasi kapasitas rumah sakit. Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat mendukung pengelolaan biaya kesehatan yang lebih berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi perluasan akses, RS MMC juga menyediakan penawaran khusus untuk sejumlah kasus awal penggunaan layanan bedah robotik ini. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan teknologi oleh masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut.
Dengan menghadirkan Robotic Tele-Surgical System, RS MMC memperkuat posisinya sebagai rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan teknologi medis global. Lebih dari itu, langkah ini mencerminkan arah baru layanan kesehatan nasional, di mana kualitas perawatan tidak lagi ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh integrasi keahlian medis dan presisi teknologi. (Z-1)

16 hours ago
1






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)