Sungai Martapura(MI/Denny Susanto)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) menemukan adanya belasan aktivitas tambang dan perkebunan sawit yang dinilai semakin memparah kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Martapura. Kondisi Sungai Martapura saat ini dalam status bahaya (merah) dan luapan menjadi penyebab banjir di Kabupaten Banjar.
"Hasil audit sementara Tim Gakkum dan PPKL Kementerian LH pada catchment area Kabupaten Banjar menemukan sedikitnya ada 14 aktivitas tambang dan sawit baik legal maupun ilegal di sepanjang DAS Martapura. Ini semakin memperparah kondisi kerusakan DAS," ungkap Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, Minggu (11/1).
Ditegaskan Hanif, saat ini Tim Kementerian LH sedang melakukan evaluasi. "Selanjutnya akan dilakukan verifikasi lapangan dan penegakan hukum lingkungan berupa Sanksi Andimistrasi Paksaan Pemerintah dan Audit Lingkungan, hingga gugatan perdata, serta tuntutan pidana," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Kementerian LH telah menurunkan Tim Gakkum dan PPKL melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan (didominasi tambang) yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir di Kalimantan Selatan. Berdasarkan citra satelit perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi atau membuka lahan lebih luas dari perizinan lingkungan yang diberikan oleh Kementerian LH.
Menteri LH, Hanif Faisol Nurafiq mengatakan pihaknya membagi wilayah audit lingkungan dalam empat catchment area dimana kawasan tersebut saat ini dilanda banjir besar mulai daerah Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin hingga Kabupaten Banjar.
Hanif menegaskan korporasi yang terbukti beroperasi atau membuka lahan di luar ketentuan akan dijatuhkan sanksi administratif, penyegelan bahkan penutupan.
Hingga kini banjir masih merendami sejumlah daerah di Kalsel. Kabupaten Banjar menjadi daerah terparah dilanda banjir lebih dari sebulan terakhir akibat luapan sungai yang tak kunjung surut. Data Pisdalops BPBD Kalsel, Minggu (11/1), mencatat banjir masih merendami 119 desa pada 9 kecamatan dengan jumlah warga terdampak sebanyak 48.052 keluarga atau 140 ribu jiwa. Sementara jumlah pengungsi berkurang menjadi 2.700 jiwa. (E-2)

4 days ago
4






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)