Hakim Ad Hoc Curhat ke DPR: Tanpa Gaji Pokok dan Jaminan Kematian, Hanya Bergantung Belas Kasihan

1 day ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Tanpa Gaji Pokok dan Jaminan Kematian, Hanya Bergantung Belas Kasihan Ilustrasi(Dok Litbang MI)

FORUM Solidaritas Hakim Ad Hoc Indonesia menyampaikan keluhan terkait kondisi kesejahteraan dan diskriminasi yang mereka alami di dalam sistem peradilan Indonesia. Hal tersebut disampaikam Juru Bicara Forum Solidaritas Hakim Ad Hoc Indonesia, Ade Darussalam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Ade menyebut posisi hakim ad hoc saat ini berada dalam kondisi yang ironis. Meski memiliki fungsi yudisial yang sama beratnya dengan hakim karier, hakim ad hoc sering kali dianaktirikan di internal lembaga.

"Hakim ad hoc selalu dibentur-benturkan dengan hakim karier. Selalu terngiang pemahaman bahwa kami tidak sama, 'kalian itu hanya hakim ad hoc'. Imbasnya sangat terasa pada kesejahteraan kami," ujar Ade.

Ade memaparkan berbeda dengan hakim karier, hakim ad hoc tidak memiliki gaji pokok. Sumber penghasilan hakim ad hoc sepenuhnya hanya bergantung pada tunjangan kehormatan yang terakhir kali mengalami perubahan pada tahun 2013 lalu.

Tak hanya itu, hakim ad hoc juga tidak mendapatkan fasilitas jaminan seperti rumah dinas yang layak. Jika ada rumah dinas, mereka kerap harus mengalah jika hakim karier ingin menempatinya. Bahkan, untuk biaya kehadiran, mereka hanya mendapatkan tunjangan transportasi sekitar Rp40 ribu per hari.

"Hak keuangan kami seolah hanya 'belas kasihan' dari pengusulan lembaga, sementara hakim karier diminta langsung oleh pimpinan negara. Ini sebuah ironi yang sangat getir," tegasnya.

Ade mengungkapkan kesenjangan semakin terasa ketika berbicara mengenai jaminan hari tua, kecelakaan kerja, hingga kematian. Ade menceritakan kejadian memilukan saat seorang rekan mereka, hakim ad hoc di Jayapura, meninggal dunia. Rekan-rekan sesama hakim harus menggalang dana agar jenazah almarhum bisa dipulangkan.

"Kami benar-benar urunan untuk mengembalikan mayat kawan kita itu karena tidak dilindungi jaminan apapun. Keluarga yang ditinggalkan, termasuk anak-anak yang masih kecil, tidak mendapatkan tunjangan pasca-kematian," ungkap Ade.

Selain masalah finansial, Ade menyoroti disparitas hal-hal normatif seperti hak cuti melahirkan yang masih dibeda-bedakan, padahal hal tersebut sudah diatur secara jelas dalam undang-undang tanpa perlu aturan turunan lagi.

Maka dari itu, Ade memohon kepada Komisi III DPR RI menginisiasi perbaikan regulasi dan kesejahteraan hakim ad hoc. Ia mengingatkan bahwa hakim ad hoc lahir dari dedikasi pejuang demokrasi untuk kebaikan negara, namun keberadaannya seolah dilupakan setelah sistem berjalan.

"Mohon atensi dari lembaga yang menginisiasi hadirnya hakim ad hoc. Kami mengadu ke sini agar ada solusi nyata terkait perlindungan asuransi dan kesejahteraan kami yang sudah 13 tahun jalan di tempat," pungkasnya. (H-2)
 

Read Entire Article