Ketidakhadiran Negara dalam Perspektif Pancasila

3 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ketidakhadiran Negara dalam Perspektif Pancasila Ratunoor Zoraya Zammaiya Effendi(DOK PRIBADI)

DALAM teori negara modern, kehadiran negara bukan diukur dari eksistensi institusi atau kelengkapan regulasi. Kehadiran negara diukur dari kemampuan pemerintah dalam menjalankan fungsi-fungsi dasarnya, seperti melindungi segenap bangsa Indonesia, menjamin keamanan dan keadilan, dan memastikan kesejahteraan dirasakan oleh setiap warga negara.

Fungsi tersebut seharusnya dilakukan berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar normatif penyelenggaraan negara, seperti yang gencar diajarkan pemerintah untuk seluruh warganya. Namun pada kenyataannya, fungsi dasar tersebut tidak dilakukan dengan cukup baik.

Dalam banyak kasus, pemerintah tidak benar-benar hadir untuk rakyat Indonesia. Pertanyaannya, apakah tolok ukur yang dipakai pemerintah untuk merespons sinyal darurat yang diberikan masyarakat?

Ketidakhadiran pemerintah untuk rakyatnya dibuktikan dalam banyak hal, sebagai contoh adalah kurang terbukanya respons pemerintah ketika menghadapi bencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra. Keterbatasan distribusi bantuan, menurut beberapa sumber sempat membuat warga terdampak semakin kesulitan sementara korban jiwa terus berjatuhan.

Per Selasa (31/12/2025) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 1.154 jiwa, 165 jiwa dinyatakan hilang, dan sebanyak 378.164 jiwa masih tinggal di pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kebijakan Rapuh

Dalam kasus lain, ketidakhadiran pemerintah dibuktikan pada kebiasaan pengaturan kebijakan yang cenderung disusun atas pendekatan administratif dan target kuantitatif, tetapi mengabaikan realitas sosial yang beragam. Akibatnya, kebijakan tampak rapi di atas kertas, namun rapuh di lapangan.

Dalam kasus seperti itu, banyak masyarakat yang merasa tidak diperlakukan sebagai subjek yang bermartabat, melainkan hanya sebagai angka statistik yang tidak diperhitungkan aspirasinya.

Pancasila menempatkan kemanusiaan dan keadilan sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Sila kedua menegaskan kemanusiaan yang adil dan beradab, sedangkan sila kelima menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila-sila dalam Pancasila ini dengan jelas menginginkan pemerintah hadir dan memberikan jaminan atas keadilan bagi seluruh rakyat agar Indonesia dapat terus menjadi negara yang berdaulat, adil, dan sejahtera. Negara harus mulai hadir untuk melindungi yang lemah, memperbaiki ketimpangan, dan memastikan keadilan agar masyarakat tidak lagi mempertanyakan kinerja pemerintah dan pertanggungjawaban negara pada nilai-nilai dasarnya sendiri.

Dengarkan Aspirasi Publik

Pemerintah harus mau berbenah dan memperbaiki citra mereka agar kembali dicintai masyarakat. Aspirasi harus mulai didengarkan dan kritik yang membangun harus diterima demi kepuasan bersama.

Aspirasi publik lahir dari pengalaman konkret warga yang merasa belum sepenuhnya dilindungi dan diperhatikan. Dalam konteks ini, Pancasila menyediakan kerangka moral untuk mengoreksi arah kebijakan agar negara kembali berpijak pada tujuan awal pembentukannya, yakni melindungi segenap bangsa dan mewujudkan keadilan sosial.

Setiap suara rakyat pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan sesama warga negara, sehingga mengabaikannya sama dengan mengabaikan prinsip kedaulatan rakyat itu sendiri.

Pemerintah diharapkan dapat kembali mendekat kepada rakyat melalui kebijakan yang secara nyata menjamin keselamatan, kebebasan, dan kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Aspirasi dan kegelisahan rakyat harus mulai didengarkan agar Indonesia kembali menjadi negara yang makmur dengan rakyatnya rukun dan selaras dengan pemerintah.

Kehilangan Legitimasi Moral

Negara tidak boleh hanya hadir melalui pernyataan atau prosedur administratif, tetapi juga melalui tindakan yang cepat, empatik, dan berpihak. Dalam perspektif Pancasila, kehadiran negara merupakan wujud tanggung jawab kemanusiaan dan keadilan yang tidak boleh ditunda.

Apabila respons pemerintah terus lambat dan koordinasi tidak kunjung membaik, negara berisiko kehilangan fungsi protektifnya sekaligus legitimasi moralnya. Dampak lanjutan dari kondisi ini adalah menurunnya kepercayaan publik, yang pada akhirnya menggerus nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Pancasila mengingatkan bahwa kekuatan negara tidak terletak pada kewenangan, tetapi pada kepercayaan rakyat. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan mau berbenah agar lebih terbuka terhadap masyarakat dan mendengarkan aspirasi yang disuarakan rakyat demi menciptakan Indonesia yang lebih maju.

Read Entire Article