Pemprov Jabar Utang ke Kontraktor Rp621 Miliar, Gaya Kepemimpinan KDM Dikritik

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pemprov Jabar Utang ke Kontraktor Rp621 Miliar, Gaya Kepemimpinan KDM Dikritik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(Antara)

KETIDAKMAMPUAN Pemprov Jawa Barat membayar pekerjaan sebesar Rp621 miliar disebabkan tidak tercapainya pendapatan APBD Jabar pada 2025. Hal itu pun mendapat sorotan dari berbagai kalangan, terutama terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi atau yang dikenal dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM). 

Akar masalah dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) yang turun dinilai berkorelasi dengan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam periode awal masa jabatannya sebagai Gubernur Jabar.

"Dedi Mulyadi terlalu asyik dengan gaya politik populisme keliling menyelesaikan masalah parsial, sehingga melupakan aspek teknokratis dalam menggali potensi daerah yang lebih makro," ungkap Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Muradi yang menilai fenomena ini dari kacamata politik anggaran dan kinerja kepemimpinan daerah.

Menurut Muradi, kalau PAD turun, artinya daerah tidak bisa dieksplorasi. Setahun terakhir, ia menilai Dedi tidak terlalu mengeksplorasi potensi Jabar. Ia lebih banyak keliling sendiri untuk menuntaskan masalah skala mikro atau masalah lokal di daerah. Posisinya lebih ke politik ketimbang teknokratis.

"Karakteristik populisme orang-orang dekat gubernur ini, problemnya mengarah pada penyerapan anggaran yang lebih banyak ke 'dirinya' sendiri. Harusnya Dedi bisa mengurangi promosi dirinya dan beralih mempromosikan potensi Jabar. Kalau tidak, PAD pasti akan turun terus-menerus," tandasnya. 

Muradi menyayangkan belum munculnya kreativitas Dedi di level provinsi, padahal saat menjabat Bupati Purwakarta, ia sangat sukses melakukan branding potensi lokal, seperti mempopulerkan Sate Maranggi.

Namun, di Provinsi Jabar secara keseluruhan, karakteristik kreativitas itu belum muncul. Alih-alih membuat kebijakan strategis untuk mendongkrak pendapatan, Dedi dinilai lebih sering hadir sebagai 'pemadam kebakaran' di tempat-tempat bermasalah yang akhirnya hanya menonjolkan sosok pribadinya.

"Saya tidak melihat beliau terus-menerus meng-endorse potensi Jabar. Lebih banyak datang ke tempat bermasalah, yang sentralnya kembali ke dirinya sendiri. Gagasan baru untuk eksplorasi potensi daerah selama setahun ini nyaris tidak ada," sambungnya. (AN/E-4)

Read Entire Article