Pilkada tak Langsung, Kepala Daerah Terbaik Terancam Hilang Jika Ditentukan Elite

3 days ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pilkada tak Langsung, Kepala Daerah Terbaik Terancam Hilang Jika Ditentukan Elite ilustrasi(MI)

PEMILIHAN Kepala Daerah tidak langsung dinilai minim manfaat dan berpotensi memasifkan calon tunggal di sejumlah daerah Indonesia. Kondisi ini jelas sangat merugikan dan terkesan membunuh stabilitas demokrasi negara. Pengamat Politik Citra Institute, Efriza mengatakan kepala daerah dengan kinerja yang baik bisa tersingkir dengan adanya wacana tersebut.

Ia menilai pilkada tidak langsung sudah tidak layak untuk diterapkan di Indonesia. Sebab negara pernah gagal menerapkan sistem pilkada tak langsung saat era Orde Baru (Orba) di bawah kepemimpinan Presiden ke-2 Soeharto.

Nama-nama seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dinilai bisa tersingkir dengan orang-orang pilihan elite politik.

"Jika diterapkan pilkada tidak langsung tidak ada lagi yang bisa menunjukkan elektabilitas, itu potensi calon tunggal bisa semakin banyak bisa jadi kecenderungan itu besar," ucap Efriza, Jakarta, Senin (12/1).

Efriza menjelaskan, pilkada tidak langsung juga berpotensi semakin memahalkan anggaran pemilu karena maraknya praktik politik transaksional.

Menurutnya, demokrasi di Indonesia bisa lebih elitis dan berpihak hanya pada kepentingan partai politik. Hal ini jelas sangat merugikan rakyat yang tidak lagi bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah.

"Jelas manfaat demokrasi bisa lebih elitis dan tidak berpihak pada rakyat, lebih kepada kepentingan partai politik dan negara bisa lebih mundur jika diserahkan kepada elite," kata Efriza.

Efriza mempertanyakan urgensi dari wacana pilkada tidak langsung yang diusung pemerintah. Ia menilai wacana tersebut sangat berbanding terbalik dengan pilkada langsung yang masih bisa dikontrol oleh masyarakat.

Pada sistem pilkada langsung, masyarakat bisa langsung merasakan dampak positif dari para calon pemimpin daerah lewat beragam kampanye seperti pembagian sembako, dan agenda-agenda lainnya.

Hal tersebut cenderung menghilang jika pilkada tidak langsung diterapkan dalam sistem politik Indonesia. Sehingga masyarakat tidak lagi bisa merasakan kegiatan positif dari calon kepala daerah.

"Transaksionalnya itu bisa lebih mahal, dan itu tidak akan bisa dirasakan oleh masyarakat. Kita bisa melihat masyarakat masih merasakan hal yang terbaik (dari pilkada lansung)," tuturnya.

Efriza menegaskan, pilkada tidak langsun sama sekali tidak relevan diterapkan dalam sistem politik Indonesia. Masyarakat cenderung tidak akan dilibatkan dalam proses pilkada tidak langsung.

"Bayangkan jika pilkada tidak langsung, apa manfaatnya untuk masyarakat? Bisa jadi tidak perlu melibatkan masyarakat, tidak perlu hadir ke masyarakat," pungkas Efriza. (Cah/P-3)

Read Entire Article