Ilustrasi(Dok Istimewa)
SEJAK akhir 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta mengembangkan ruang metaverse sebagai bagian dari inovasi layanan digital. Memasuki awal 2026, inisiatif ini mulai diperkenalkan lebih luas kepada publik sebagai upaya memperkuat akses literasi dan arsip melalui pendekatan teknologi imersif. Kehadiran metaverse ini menjadi salah satu langkah Dispersip dalam merespons perubahan cara masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengakses informasi dan pengetahuan.
Dalam keterangan yang diterima hari ini, Adityo Setyawarman, S.Sos., M.M., M.T., Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta mengutarakan metaverse dipandang sebagai ruang baru untuk memperluas jangkauan layanan literasi dan kearsipan tanpa menggantikan layanan fisik yang sudah ada.
Platform ini dirancang sebagai pelengkap, sekaligus penguat, dari berbagai layanan perpustakaan dan kearsipan yang selama ini telah berjalan, baik secara luring maupun daring. Melalui metaverse, Dispersip ingin menghadirkan layanan informasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada kebutuhan masyarakat.
Adityo mengutarakan pengembangan metaverse ini sejalan dengan misi Dispersip Kota Surakarta dalam meningkatkan minat baca, literasi informasi, serta pemahaman masyarakat terhadap arsip dan sejarah daerah. Dengan pendekatan ruang virtual yang interaktif, masyarakat dapat mengakses konten literasi, arsip digital, dan layanan edukasi dengan cara yang lebih kontekstual dan menarik. Akses tersebut tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih beragam.
Dalam pengembangannya, Adityo menuturkan bahwa Dispersip menekankan tiga nilai utama, yakni aksesibilitas, edukasi, dan keberlanjutan. Metaverse ini tidak dimaksudkan sebagai sekadar etalase teknologi, melainkan sebagai sarana pembelajaran yang inklusif. Melalui platform ini, Dispersip berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk belajar sekaligus menjaga keberlanjutan pengetahuan dan arsip daerah dalam format yang relevan dengan perkembangan zaman.
Adityo memaparkan latar belakang pengembangan metaverse ini tidak terlepas dari tantangan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan medium digital yang visual dan interaktif. Di sisi lain, masih terdapat keterbatasan akses fisik terhadap layanan perpustakaan dan kearsipan, baik karena jarak, waktu, maupun mobilitas. Metaverse dipilih sebagai salah satu solusi inovatif untuk menjembatani tantangan tersebut dan memperluas jangkauan layanan Dispersip.
"Penguatan daya saing layanan perpustakaan kami diarahkan pada kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang terus berubah, mencakup penguatan hardware, software, dan manware. Metaverse menjadi salah satu rintisan strategis, tidak hanya untuk layanan literasi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan ide lintas sektor menuju Surakarta sebagai smart city, sekaligus mengantisipasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam peningkatan layanan perpustakaan,” ujar Adityo.*
Adityo menilai transformasi digital sebagai keniscayaan dalam layanan publik, termasuk di sektor perpustakaan dan kearsipan. Namun, Dispersip menilai bahwa transformasi tersebut perlu dilakukan secara terarah dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai perubahan format dari fisik ke digital, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Metaverse menjadi salah satu pendekatan untuk memastikan layanan informasi tetap relevan, mudah dipahami, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Kolaborasi
Dalam pengembangan teknis, Dispersip bekerja sama dengan Medusa Technology sebagai mitra pengembang metaverse. Kolaborasi ini juga melibatkan tim internal Dispersip yang memahami kebutuhan layanan perpustakaan dan kearsipan. Sinergi antara aspek kebijakan, konten, dan teknologi menjadi kunci agar platform yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan konteks layanan publik dan mudah digunakan oleh masyarakat.
Maria Magdalena, Project Manager Medusa Technology, menilai kehadiran metaverse Dispersip sebagai sebuah kemajuan yang signifikan dalam pengembangan layanan perpustakaan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik. Ia menyebut metaverse Dispersip sebagai salah satu contoh prestasi unggul dalam layanan kepustakaan, karena mampu memadukan inovasi teknologi dengan tujuan edukatif dan pelayanan publik secara seimbang.
“Salah satu koleksi interaktif yang menjadi perhatian pengunjung adalah display arsip Waljinah, yang menghadirkan rekam jejak peran Waljinah dalam mengangkat dan melestarikan kesenian asli Surakarta, khususnya musik keroncong. Melalui display tersebut, pengunjung dapat mendengarkan lagu Walangkekek serta melihat representasi sosok Waljinah dalam bentuk visual tiga dimensi, sehingga sejarah dan nilai budaya yang diusung dapat dipahami secara lebih imersif,” papar Maria.
Berkat kehadiran metaverse tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta menerima kunjungan virtual dari siswa-siswa Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, serta dari sejumlah siswa dan pendidik asal Filipina. Para siswa dan guru dari Filipina menyampaikan apresiasi dan kekaguman mereka terhadap pengembangan metaverse Dispersip Kota Surakarta, yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman literasi dan pembelajaran yang inovatif serta inklusif.
Dari sisi fitur, metaverse Dispersip menghadirkan ruang virtual yang merepresentasikan berbagai layanan perpustakaan dan kearsipan secara interaktif. Adityo menambahkan bahwa rancangan bangunan dalam metaverse ini dikembangkan dengan mengacu pada desain pengembangan bangunan fisik Perpustakaan Kota Surakarta yang direncanakan ke depan.
Dikatakan Maria, dalam prosesnya, Dispersip meminta Medusa Technology untuk menyesuaikan desain ruang virtual dengan konsep arsitektur dan tata ruang perpustakaan fisik tersebut, sehingga metaverse dapat menjadi gambaran awal pengalaman ruang yang kelak akan dihadirkan secara nyata. Pengguna dapat menjelajahi ruang informasi, mengakses konten literasi dan arsip digital, serta mengikuti kegiatan edukatif dalam lingkungan virtual yang imersif. Antarmuka dirancang sederhana agar dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pengguna dengan tingkat literasi digital yang beragam.
Pendekatan ruang virtual yang partisipatif menjadi salah satu pembeda utama metaverse Dispersip dibandingkan platform digital konvensional. Jika layanan digital umumnya bersifat satu arah, metaverse memungkinkan interaksi yang lebih eksploratif dan kontekstual. Dengan demikian, pengalaman pengguna tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan berkesan.
Bagi masyarakat, kehadiran metaverse ini diharapkan dapat mempermudah akses terhadap layanan Dispersip. Masyarakat yang memiliki keterbatasan jarak, waktu, atau mobilitas tetap dapat mengakses informasi dan layanan kapan saja tanpa harus datang langsung ke lokasi fisik. Hal ini menjadikan metaverse sebagai sarana untuk memperluas inklusivitas layanan publik. (H-2)

1 day ago
4






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438274/original/083064300_1765278633-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_17.44.57.jpeg)